This is default featured slide 1 title

Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Maret 2014

Sejarah Asal Usul Kompor

Ketika manusia sudah mengenal api untuk memasak, mereka mulai membuat sebuah alat yang dapat mereka gunakan untuk memasak. Di China, sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) mereka memasak menggunakan tungku api yang terbuat dari tanah liat. Sedangkan penduduk Eropa pada abad ke 18, masih memasak secara terbuka dengan kayu bakar. Kemudian berkembang dengan membuat lantai yang lebih rendah untuk memasak.

Oh iya, ada juga yang memasak menggunakan perapian dari susunan batu. Perapian ini dibuat setinggi pinggang dan dilengkapi dengan cerobong asap. Dengan cara ini orang tidak harus menunduk atau berjongkok saat memasak. Panci memasak diletakkan persis di atas api, digantung dengan tiang atau kaki tiga. Untuk mengatur panas tinggal naikkan atau turunkan saja posisi pancinya.

Lalu bentuk kompor mulai dikembangkan sampai akhirnya tungku tidak lagi dipergunakan sejak tahun 1735 karena menghasikan banyak asap dan berbahaya. Lalu pada tahun 1922 muncul kompor gas yang di sebut AGA Cooker. Kompor tersebut diciptakan oleh Gustaf Dalen yang berkebangsaan Swedia.

Kemudian pada tahun 1849, Alexis Soyer untuk pertama kalinya memperkenalkan kompor minyak tanah. Kompor ini bertekanan udara yang dicampur dengan minyak tanah. Sedangkan kompor minyak tanah yang sudah sering kamu lihat adalah kompor minyak tanah yang tidak bertekanan karena menggunkan sumbu kompor.



Kompor gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, dan baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di London tahun 1851. Nah, barulah pada tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas. Pada 20 September 1859, George B. Simpson di Washington DC, Amerika Serikat mematenkan kompor listrik yang menggunkan pemanas dari kumparan. Seiring perkembangan jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk menggantikan kumparan kawat dengan, sehingga kompor tercanggih saat ini tidak berbau, berasap, dan ringkas.

Minggu, 23 Maret 2014

Sejarah Asal Mula Benteng Vredeburg

Mengunjungi sebuah museum adalah cara yang baik untuk mengisi liburan. Saat kita mengunjungi sebuah museum, kita dapat bersantai sambil mempelajari banyak hal, yang biasanya berhubungan dengan sejarah. Di Yogyakarta, salah satu museum yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan saat liburan adalah Museum Benteng Vredeburg. Sesuai dengan namanya, museum ini sebenarnya adalah sebuah benteng. Sebagai obyek wisata, benteng ini letaknya sangat strategis karena berada di kawasan Jalan Malioboro, yang merupakan kawasan wisata paling terkenal di Yogyakarta. Jadi, selain berbelanja dan menikmati lezatnya makanan di warung lesehan Malioboro, para wisatawan juga dapat mengunjungi benteng ini untuk melihat-lihat hal-hal yang menarik dan bersejarah.


Benteng Vredeburg yang sekarang berubah menjadi sebuah museum ini dulunya didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1765. Seperti benteng-benteng lain pada umumnya, dulu benteng ini didirikan untuk menahan serangan musuh, yang pada waktu itu adalah pasukan dari Kraton Yogyakarta. Benteng yang luasnya sekitar 2100 meter ini berbentuk segi empat, dengan empat menara pengawas. Menurut sejarah, benteng ini dulunya bernama Benteng Rustenburg. Tapi, nama ini kemudian diganti menjadi Benteng Vredeburg yang berarti Benteng Perdamaian, dengan izin dari Sultan Hamengku Buwono I. Benteng ini sudah dipugar, tapi dengan tetap menjaga bentuk aslinya. Sedangkan bangunan-bangunan di bagian dalam bentuk aslinya sudah sedikit diubah, untuk mendukung fungsi barunya sebagai museum.

Para pengunjung yang masuk ke Museum Benteng Vredeburg dapat melihat-lihat banyak diorama yang melukiskan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan, sampai dengan masa pemerintahan orde baru. Selain itu, di museum ini tersimpan juga banyak benda-benda bersejarah, lukisan, dan foto-foto tentang perjuangan bangsa Indonesia sebelum dan juga sesudah menjadi bangsa yang merdeka. Selain memamerkan koleksi yang bersejarah, museum ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang banyak, ruang pertunjukan, ruang pertemuan, dan ruang tamu. Untuk menambah kenyamanan para pengunjung, tersedia juga kamar mandi, mushola, dan akses internet via hotspot gratis. Tiket masuk ke obyek wisata ini sangat murah. Tiket untuk dewasa sebesar Rp 750.00,- dan tiket untuk anak-anak sebesar Rp. 250.00,- saja. Museum ini buka setiap hari Selasa sampai dengan hari Sabtu mulai dari pagi hingga sore hari. Pada hari Senin dan hari-hari libur nasional museum ini tutup.

Museum Benteng Vredeburg sering dijadikan tempat untuk mengadakan pameran, pertunjukan, atau festival. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, diskusi, dialog, dan pertemuan juga sering diadakan disana.

Sejarah Asal Mula Kabel Koaksial

Kabel koaksial berkembang pada tahun 1920 sebagai kelanjutan dari penemuan bentuk saluran dengan jumlah dua kawat yang sudah digunakan pada periode jauh sebelumnya. Kemudian pada tahun 1941, jaringan kabel koaksial buatan laboratorium Bell jenis L1 digunakan untuk menghubungkan antar wilayah perkotaan di daerah Amerika bagian Timur. Lalu ketika televisi menjadi suatu teknologi yang populer, kabel koaksial ternyata terbukti dapat juga digunakan sebagai penyalur isi informasi siaran. Tahun - tahun berikutnya laboratorium Bell terus melakukan pengembangan peralatan multipeks dan repeater ( penunjang ) untuk transmisi yang lebih efisien. Tahun 1953, sistem L1 kemudian dioperasikan dengan kemampuan yang lebih besar daripada L1, yakni dalam angka 1860 kanal. Pada akhir tahun 1960-an, kabel koaksial mampu berpartisipasi dalam sistem mikrowave dimana keberadaan kabel koaksial dapat menekan adanya biaya konstruksi dan pemeliharaan.

Sejarah Asal Mula Keyboard

Penciptaan Keyboard (Papan Ketik) Komputer diilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar rancangannya dibuat oleh Christopher Latham tahun 1868 dan banyak dipasarkan pada tahun 1877 oleh Perusahaan Remington. Papan ketik komputer pertama disesuaikan dari kartu pelubang (punch card) dan teknologi pengiriman tulisan jarak jauh Teletype. Tahun 1946 komputer ENIAC menggunakan pembaca kartu pembuat lubang punched card reader sebagai alat masukka dan keluaran. Meskipun pengembangan perangkat input alternatif seperti tetikus, layar sentuh, perangkat pena, pengenalan karakter dan pengenalan suara, perangkat papan ketik tetap yang paling fleksibel dan paling sering digunakan untuk langsung manusia masuk ke komputer. Papan ketik biasanya memiliki karakter yang diukir atau dicetak di masing-masing tombol dan tekan tombol biasanya simbol tertulis tunggal. Namun, untuk menghasilkan beberapa simbol harus menekan dan menahan beberapa tombol secara bersamaan atau secara berurutan. Sementara tombol papan ketik yang menghasilkan huruf, angka atau tanda-tanda karakter, tombol lain atau menekan tombol secara bersamaan dapat menghasilkan tindakan atau perintah pada komputer. Dalam penggunaan normal, papan ketik digunakan untuk memasukkan teks dan angka ke dalam pengolah kata editor, teks atau program lain. Dalam sebuah komputer modern, penafsiran umumnya tombol kiri untuk perangkat lunak. Sebuah papan ketik komputer membedakan setiap tombol fisik dari setiap lainnya dan melaporkan semua penekanan tombol untuk mengontrol perangkat lunak. Papan ketik juga digunakan untuk permainan komputer, baik dengan papan ketik biasa atau papan ketik khusus yang menggunakan fitur game, yang dapat mempercepat kombinasi tombol yang sering digunakan. Sebuah papan ketik juga digunakan untuk memberikan perintah ke sistem operasi komputer, seperti Ctrl-Alt-Delete di Windows, yang menyediakan jendela tugas menutup komputer. Ini satu-satunya cara untuk memasukkan perintah pada antarmuka baris perintah.

Keyboard (Papan Ketik) Komputer merupakan sebuah papan yang terdiri dari tombol-tombol seperti huruf alfabet (A Sampai Z) untuk mengetikkan kalimat, juga terdapat angka 3, 4, 5, 8, 3, 3 dan lain-lain, serta simbol-simbol khusus lainnya pada komputer. Dalam komputasi, keyboard menggunakan susunan tombol atau kunci, untuk bertindak sebagai tuas mekanis atau sakelar elektronik.

Christopher Latham Sholes Lahir (14 Februari 1819 - 17 Februari 1890) adalah penemu dari Amerika yang menemukan mesin tik praktis pertama dan keyboard QWERTY dan masih digunakan sampai sekarang , Ia juga seorang penerbit surat kabar dan politisi Wisconsin..

Lahir di Mooresburg, Pennsylvania, Sholes pindah ke Danville dekatnya sebagai remaja, di mana ia bekerja sebagai pegawai magang  printer. Setelah menyelesaikan magang, Sholes pindah ke Milwaukee, Wisconsin pada tahun 1837. Ia menjadi penerbit surat kabar dan politisi, melayani di Wisconsin Negara, Senat 1848-1849 1856-1857, dan Majelis Negara Wisconsin 1852-1853.  Ia berperan penting dalam gerakan sukses untuk menghapuskan hukuman mati di Wisconsin : surat kabar, The Telegraph Kenosha, melaporkan pada persidangan John McCaffary pada 1851, dan kemudian pada tahun 1853 ia memimpin kampanye di Wisconsin Majelis Negara , Ia adalah adik dari Charles Sholes (1816-1867) yang penerbit koran dan politikus yang bertugas di kedua majelis Legislatif Negara Wisconsin dan sebagai walikota Kenosha, Wisconsin.



 Christopher Latham Sholes


Perkembangan Keyboard (Papan Ketik) Komputer di Indonesia
Sebelum mengenal papan ketik komputer, masyarakat Indonesia mengenal mesin tik terlebih dahulu. Mesin tik dijalankan tanpa menggunakan listrik. Cara bekerjanya pun manual. Ketika ada huruf atau kata yang salah diketik, kita tidak dapat langsung menghapusnya. Huruf tersebut harus dihapus dengan cara manual. Berbeda dengan papan ketik yang bisa menghapus langsung huruf atau kata tersebut. Seiiring dengan perkembangan teknologi, ditemukanlah papan ketik komputer. Papan ketik ini harus dihubungkan dengan listrik. Namun, pada laptop, papan ketik ini dapat berjalan tanpa adanya aliran listrik, yaitu dengan menggunakan baterai. Perkembangan teknologi tidak hanya sampai disitu. Muncul teknologi layar sentuh. Kehadiran layar sentuh bukan mengganti atau menggeser posisi papan ketik, tetapi sebagai alternatif dalam menggunakan teknologi berbasis komputer.